Wawancara ke 17 dengan siswa Indonesia yang sedang belajar di Jepang【Mahasiswa tahun pertama di Tokyo International University】

Kami telah mewawancarai mahasiswa Indonesia yang saat ini sedang belajar di Jepang mengenai alasan melanjutkan di university Jepang dan mengenai hal lainnya. Ini adalah wawancara ke 17 dengan mahasiswa Indonesia yang sedang belajar di Jepang.

Sebelumnya kita telah mewawancarai Mas Galih seorang siswa Indonesia yang sedang sibuk dengan aktifitas penelitian anggrek di jurusan pertanian, seorang pemuda dari Institut Teknologi Bandung (ITB) yang melanjutkan ke Tottori University graduate student. Kali ini adalah seorang siswi Indonesia yang telah lulus dari Madrasan Aliyah Negeri (MAN) sekolah peringkat ke 4 nasional dalam Ujian Nasional (UN) Indonesia, saat ini terdaftar di Tokyo International University fakultas hubungan Internasional.

Dia bercerita mengenai alasan telah memutuskan untuk belajar di university di Jepang, kronologi sampai mendapatkan beasiswa Tokyo International University (TIU Scholarship), alasan kenapa memilih fakultas hubungan Internasional, dan mengenai ide untuk meningkatkan jumlah mahasiswa asing dari Indonesia. Terakhir dia juga bercerita mengenai impian masa depan untuk dirinya.

Bagi pihak sekolah Jepang yang ingin berhubungan dengan sekolah berprestasi dari Indonesia, kemudian ingin menerima lebih banyak siswa Indonesia yang berprestasi, maka kami rasa wawancara ini akan jadi tip yang besar untuk mendapatkan siswa.
(※Wawancara ini dilakukan pada bulan Mei 2020)

Daftar Peringkat 100 SMA Peraih Nilai Tertinggi UN 2019

Artikel wawancara dengan Mas Galih, siswa Indonesia yang sedang belajar di Tottori University Graduate School
Wawancara ke-16 dengan pelajar Indonesia yang sedang belajar di Jepang【Tottori University graduate student】

Wawancara dengan mahasiswa Indonesia yang sedang belajar di Tokyo International University:Mbak Ita

Profil singkat mbak Ita

Nama:Ita Nurjanah
Lulusan :MAN Insan Cendekia Serpong,jurusan IPS, lulus tahun 2019
Sekolah saat ini : Tokyo Internationa University Jurusan hubungan Internasional
Agama:Islam
Kelahiran :Jakarta
Usia:19 tahun

【Q.1】Apa alasan Anda kenapa ingin Belajar di Jepang?

Saya ingin belajar ke Jepang karena saya menerima tawaran beasiswa langsung dari Tokyo International University. Kemudian alasan mengapa saya belajar di Jepang adalah karena Jepang memiliki budaya yang luar biasa dan teknologi terbaru yang lebih maju dari Indonesia. Saat saya masih sekolah di MAN saya sudah lulus program Beasiswa Khusus Tokyo International University (TIU Scholarship), dan semua biaya kuliah selama 4 tahun gratis. Fakta bahwa biaya kuliah untuk kuliah di universitas Jepang gratis merupakan faktor penentu utama.

【Q.2】Ada berapa orang siswa lulusan Madrasan Aliah Negeri (MAN) yang telah Belajar ke Jepang?

Seangkatan saya di MAN Insan Cendekia Serpong total murid ada 142 orang, murid yang belajar ke Jepang sekitar 8 orang. Dari semua siswa yang ingin belajar ke luar negeri, yang paling populer adalah belajar ke Jepang. kemudian ada juga beberapa siswa yang melanjutkan ke university di Amerika, Kanada dan negara lainnya.

【Q.3】Bagaimana Anda bisa mendapatkan beasiswa TIU Scholarship?

Saya mendapatka TIU Scholarship karena ada kesepakatan antara sekolah SMU saya (MAN Insan Cendekia Serpong) dengan Tokyo Internationa University, berdasarkan kesepakatan antar sekolah tersebut saya terpilih sebagai siswa penerima beasiswa yang mendapatkan potongan biaya kuliah 100% selama 4 tahun.

Pertama-tama, 3 siswa dipilih melalui seleksi di sekolan MAN saya, dievaluasi berdasarkan nilai selama sekolah, pengalaman seperti pelatihan yang diikuti, laporan dan surat rekomendasi dari wali kelas. Setelah itu, kami siswa yang terpilih dari sekolah mitra di Indonesia berkumpul di kantor Tokyo International University di Jakarta untuk wawancara. Melalui wawancara tersebut 1 siswa dari masing-masing sekolah mitra akan dipilih untuk mendapatkan 100% bebas biaya kuliah. Beruntung saya terpilih sebagai Mahasiswa TIU Scholarship dari sekolah saya MAN Insan Cendekia Serpong.

【Q.4】Bagaiamana Anda bisa mendapatkan informasi tentang TIU Scholarship?

Mengenai informasi TIU Scholarship, PIC dari kantor Tokyo International University di Jakarta datang langsung ke sekolah saya dan memberikan presentasi tentang beasiswa khusus tersebut. Saya tertarik belajar di Jepang, jadi saya mengikuti presentasi tersebut dan tahu mengenai TIU Scholarship. Selain itu, juga karena ada rekomendasi dari wali kelas saya.

【Q.5】Kenapa Anda memutuskan untuk memilih beasiswa dari Tokyo Intenational University?

Saya memilih TIU Scholarship karena saat saya sekolah di MAN ada tawaran dari Tokyo International University, dan karena saya lulus test. Sebenarnya sebelum mendaftar ke TIU Scholarship saya telah mengikuti test bahasa Jepang Examination for Japanese University (EJU), tetapi karena tidak belajar bahasa Jepang dengan serius maka nilai untuk lulus test tidak tercapai.

Ketika saya masih sekolah di MAN saya fasih berbahasa Inggris, walaupun mendaftar TIU Scholarship saya dan juga kedua orang tua saya tidak percaya kalau akan mendapatkan beasiswa TIU Scholarship, namun karena saya dihubungi oleh Tokyo Intenational University kalau saya lulus, maka saya segera menetapkan pilihan, memilih TIU Scholarship.

Sebelumnya saya sudah tahu kalau ada program beasiswa dari Ministry of Education, Culture, Sports, Science and Technology (Monbukagakusho/ MEXT) Japan dan dari Mitsui-Bussan Scholarship Program for Indonesia, tetapi saya tidak mendaftar untuk mendapatkan beasiswa ini karena kriteria seleksi yang tinggi dan tingkat persaingan yang ketat.

Meskipun biaya kuliah gratis dengan beasiswa khusus TIU, namun biaya hidup di Jepang harus dibiayai sendiri, karena itu saya harus bekerja paruh waktu mulai tahun depan. Oleh karena itu belajar bahasa Jepang dengan baik mulai dari sekarang.

【Q.6】Apa alasan Anda memilih fakultas hubungan Internasional?

Saya memilih Fakultas Hubungan Internasional karena saya pikir dengan mengenal banyak negara dan banyak orang, maka saya bisa belajar tentang budaya baru dan hal yang terkait lainnya. Dari dulu saya suka bepergian, dengan berinteraksi langsung dengan orang di destinasi maka akan mengenal pola pikir baru dan budaya baru, saya suka akan hal itu, terutama saya ingin belajar lebih banyak tentang budaya dan pendidikan negara tersebut serta hubungan antar negara.
Di masa depan, saya ingin bekerja untuk organisasi di bawah Perserikatan Bangsa-Bangsa, seperti UNESCO dan United Nations Development Programme (UNDP), yang berkontribusi kepada berbagai orang, dan organisasi non-pemerintah. Karena itulah saya memilih Fakultas Hubungan Internasional.

【Q.7】Apakah ada sesuatu yang menjadi perhatian Anda setelah datang ke Jepang?

Ada beberapa hal yang saya perhatikan sejak saya datang ke Jepang.

Pertama, saya merasa musim panas di Jepang sangat panas. Saya pikir Jepang lebih dingin dari Indonesia, tapi waktu pertama kali saya tiba di Jepang, saat itu musim panas, jadi saya terkejut bahwa musim panas di Tokyo panas dan lembab.

Kedua, kemanapun saya pergi, jalanan Jepang terlihat sangat bersih dan teratur, sangat berbeda dengan Jakarta. Saya juga terkejut mengetahui bahwa orang Jepang sangat patuh terhadap peraturan.

Ketiga, Jepang memiliki teknologi yang maju, namun budaya tradisionalnya tetap dalam kondisi terawat dengan baik. Sebelumnya, saya pergi ke Koedo Kawagoe di prefektur Saitama dan berjalan-jalan di banyak gudang, toko manisan Yokocho, dan jalan perbelanjaan arcade. Seperti yang saya pelajari kemudian, ternyata Koedo Kawagoe tidak begitu jauh dari tempat tinggal saya sekarang, jadi saya ingin pergi ke sana lagi.

Keempat, tempat tinggal saya sedikit sepi. Di Jakarta selalu ada orang banyak, tapi di tempat saya tinggal sekarang, hanya ada beberapa orang yang berjalan-jalan di luar sekitar jam 8 malam. Kemudian kota ini adalah kota dengan banyak orang tua.

Kelima, menurut saya banyak orang Jepang yang ramah. Teman-teman dan mahasiswa Jepang di universitas saya sangat ramah, tetapi ketika saya berjalan-jalan di kota atau di kereta, saya merasa sedikit diperhatian, mungkin karena saya berhijab kali ya.

【Q.8】Apakah ada sesuatu yang Anda anggap beruntung setelah masuk ke Tokyo International University?

Hal yang saya merasa beruntung setelah belajar di Tokyo International University adalah saya dapat belajar sesuai keinginan di jurusan yang saya pilih. Mengenai hubungan internasional, saya sangat terbantu dalam belajar ada kelas dan seksi yang dapat saya pahami mengenai budaya dan perbedaan masing-masing negara. Kemudian, jika kelas itu bahasa Inggris, maka saya dapat mengambil kelas tersebut dan mendengarkan penjelasannya walaupun bukan jurusan seperti Arsitektur dan yang lainnya, hal ini dapat membantu memperluas wawasan saya.

Satu lagi hal beruntung lainnya adalah Tokyo International University memiliki pertemuan yang disebut English Plaza dan Japanese Plaza, di mana saya bertemu orang-orang dari banyak negara, termasuk orang Jepang, sehingga bisa mendapatkan teman.
Di English Plaza, orang dari negara mana pun diwajibkan untuk berbicara bahasa Inggris, yang membantu meningkatkan kemahiran bahasa Inggris mereka. Ada fasilitas seperti kafe yang dapat digunakan untuk berdiskusi dan belajar dalam bahasa Inggris. Selain itu, ada acara musiman, seperti pesta Halloween dan Natal.
Di Japanese Plaza kebalikan dengan English Plaza, di sini diharuskan hanya berbicara dalam bahasa Jepang saja. Di sini, sebagai instruktur, siswa Jepang dapat mengajar bahasa Jepang dan berbicara bebas, jadi saya akan berpartisipasi sebanyak mungkin dengan tujuan untuk meningkatkan bahasa Jepang saya.

【Q.9】Apakah anda ingin melanjutkan ke sekolah program pasca sarjana di Jepang?

Pada saat ini saya belum memutuskan apakah akan melanjutkan ke sekolah pascasarjana di Jepang atau bagaimana. Jika memungkinkan, saya ingin memperoleh gelar yang lebih tinggi di negara-negara berbahasa Inggris. Misalnya negara-negara Eropa seperti Kanada atau Belanda. Alasannya karena saya belum menguasai bahasa Jepang. Saya perlu bahasa Jepang tingkat lanjut untuk belajar di sekolah pascasarjana Jepang, jadi saya masih tidak yakin apakah saya bisa naik ke level itu.
Namun, bukan berarti saya menyerah untuk melanjutkan ke sekolah pascasarjana di Jepang.
Selain itu, karena alasan ekonomi, saya juga ingin mendapatkan LPDP, yang merupakan beasiswa Indonesia, dan sistem beasiswa Erasmus dari Uni Eropa (EU).

【Q.10】Sebagai Senior apakah ada saran untuk para pelajar Indonesia yang ingin Belajar di Jepang?

Walaupun saya masih baru belajar di Jepang, sebagai senior ada 3 saran .

Pertama, saya rasa sebelum pergi ke Jepang harus menguasai bahasa Jepang sebanyak mungkin. Anda harus menguasai setidaknya percakapan bahasa Jepang dasar. Sekalipun kelasnya dalam bahasa Inggris, Anda harus menggunakan bahasa Jepang untuk kehidupan sehari-hari di Jepang. Selain itu, bahasa Jepang penting untuk bekerja paruh waktu dan berteman dengan orang Jepang.
Kedua, saya rasa sebelum pergi ke Jepang harus membawa makanan Indonesia yang disukai. Misalnya Indomie, sambal dan bubuk cabe. Alasannya karena tingkat kepedasan orang Jepang dan tingkat kepedasan orang Indonesia sama sekali berbeda.
Ketiga, saya rasa sebaiknya tanyakan kepada diri sendiri lagi apakah benar-benar ingin belajar di Jepang. Bukan hanya karena belajar di Jepang sedang trend, atau hanya karena ingin tinggal di Jepang yang sejuk, karena untuk hidup sendiri di Jepang, negara dengan bahasa yang sama sekali berbeda, jauh dari orang tua membutuhkan mentalitas yang kuat.

【Q.11】Menurut Anda, apa yang harus dilakukan sekolah Jepang untuk meningkatkan jumlah siswa yang belajar ke Jepang?

Saya berharap sekolah-sekolah di Jepang lebih banyak berpromosi untuk meningkatkan jumlah siswa dari Indonesia. Pertama-tama, membuat kesepakatan antara universitas Jepang dengan sekolah-sekolah di Indonesia,
kemudian gunakanlah jaringan antara sekolah-sekolah di Indonesia untuk memperluas hubungan dengan lebih baik ke banyak sekolah. Menurut saya akan lebih baik jika aktual promosi dilakukan dalam bentuk seminar tentang pengenalan universitas Jepang dan materi perkuliahan. Tentu saja jika dapat mempersiapkan beasiswa itu akan lebih baik. Saya yakin akan lebih banyak orang Indonesia yang bersekolah ke Jepang jika jumlah beasiswa meningkat seperti beasiswa untuk biaya sekolah, biaya hidup dan lain-lain

Menurut saya, efek iklan menggunakan media sosial juga bagus untuk anak muda Indonesia. Dengan menggunakan Instagram dan Facebook untuk memposting konten yang menarik, maka akan lebih mudah menjangkau universitas di Jepang.

【Q.12】Apa cita-cita Anda?

Impian saya dalam waktu dekat adalah bekerja di organisai di bawah payung persekitan bangsa-bangsa seperti UNESCO, dan United Nations Development Programme (UNDP), atau organisasi non-pemerintah internasional. Setelah mendapatkan pengalaman disana, kedepannya saya ingin meluncurkan sebuah lembaga swadaya masyarakat yang mengkhususkan diri dalam bidang pendidikan dan pengembangan sumber daya manusia.
Alasannya adalah karena saya ingin membantu banyak orang dan berkontribusi pada kemanusiaan. Di banyak negara termasuk Indonesia masih ada anak-anak berpendidikan rendah. Saya ingin membantu anak-anak sebanyak mungkin. Jalan menuju mimpi saya masih jauh, tapi saya siap menghadapi mimpi ini dan akan terus berjuang.

Ringkasan

Kami telah mewawancarai siswi Indonesia mbak Ita yang sedang belajar di Tokyo Internationa University Japan mengenai alasan kenapa belajar ke Jepang, kronologinya dan mengenai hal lainnya.

Mbak Ita lulus dari sekolan MAN Insan Cendekia Serpong yaitu sekolah peringkat ke 4 nasional dalam Ujian Nasional (UN) Indonesia, saat ini sudah masuk kuliah di Tokyo International University fakultas hubungan Internasional.

Alasan dia memilih Tokyo Internationa University adalah karena ada kesepakatan antar sekolah dengan sekolah MAN tempat dia belajar, dan karena telah lulus program Beasiswa Khusus Tokyo International University (TIU Scholarship). TIU Scholarship ini bisa dibilang elit karena hanya memilih 1 orang saja dari sekolah mitra setelah melewati berbagai rintangan.

Di Tokyo Intenational University tempat dia kuliah ada English Plaza dan Japanese Plaza, dimana dia bisa fokus belajar bahasa Inggris dan bahasa Jepang, juga tempat mendapatkan teman, dia merasa beruntung karena ada tempat untuk menguasai bahasa Inggris dan bahasa Jepang. Namun, dia masih khawatir dengan kemampuan bahasa Jepangnya, jadi dia tidak bisa memutuskan apakah akan melanjutkan ke sekolah pascasarjana di Jepang.

Lebih lanjut, sebagai sarannya kepada siswa Indonesia yang ingin belajar di Jepang adalah menurutnya lebih baik jika menguasai bahasa Jepang, membawa makanan Indonesia yang disukai ke Jepang dan pikirkan masak-masak sebelum memutuskan belajar ke Jepang.

Lebih lanjut lagi, saran mbak Ita untuk meningkatkan jumlah siswa Indonesia yang belajar ke Jepang adalah dengan sering melakukan promosi. Dalam hal ini dia menyarankan agar orang-orang Jepang mengunjungi sekolah-sekolah Indonesia secara langsung untuk mengadakan seminar. Ia juga mengatakan bahwa beriklan menggunakan media sosial juga efektif.

Terakhir, cita-cita mbak Ita adalah mendapatkan pengalaman di UNESCO dan United National Development Programme (UNDP), kemudian mendirikan organisasi non-pemerintah sendiri.

Sekian, demikianlah wawancara ke 17 dengan siswa Indonesia yang sedang belajar di Jepang【Mahasiswa tahun pertama di Tokyo International University】

Share this post

Artikel populer

berita
Daftar Peringkat 100 SMA Peraih Nilai Tertinggi UN 2019
berita
Daftar 34 Universitas terbaik di Indonesia yang memiliki Jurusan Bahasa Jepang dan Program Bahasa Jepang.
berita
【Menghadapi pandemi Covid-19】Belajar online dan belajar melalui TV untuk mengatasi kesenjangan Pendidikan Indonesia.
aktivitas
Berkunjung ke Kementerian Pendidikan dan kebudayaan Indonesia (Kemendikbud),Sekolah Menengah Atas(SMA) Negeri dan ke Pameran “Study in Japan Fair” (November 2019)
pemerintah
Wawancara ke-2 dengan Bapak Pratama dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Indonesia (Kemendikbud)【Belajar di Jepang akan meningkat】
wawancara
Wawancara ke-15 dengan siswa Indonesia yang ingin Belajar di Jepang【Siswa SMA sedang persiapan Belajar di Jepang】
wawancara
Wawancara ke-14 dengan mahasiswa Indonesia yang sedang Belajar di Jepang【Graduate Schools the University of Tokyo, International Health】
wawancara
Wawancara ke-13 dengan mahasiswa Indonesia yang Belajar di Jepang 【Mahahasiswa Graduate Schoools The University of Tokyo】
wawancara
Wawancara ke-12 dengan mahasiswa Indonesia yang ingin Belajar di Jepang【Mahasiswa Institut Teknologi Bandung (ITB) 】
wawancara
Wawancara ke-11 dengan mahasiswa Indonesia yang ingin Belajar di Jepang 【Mahasiswa Universitas Gajah Mada (UGM)】
wawancara
Wawancara ke-10 dengan Siswa Indonesia yang ingin Belajar di Jepang【Lulusan SMA sedang persiapan Belajar di Jepang】
wawancara
Wawancara ke-9 dengan mahasiswa Indonesia yang ingin Belajar di Jepang【Lulusan Universitas Indonesia (UI)】
wawancara
Wawancara ke-8 dengan siswi Indonesia yang ingin Belajar di Jepang 【Lulusan Universitas Kristen】
wawancara
Wawancara ke-7 dengan siswa Indonesia yang ingin Belajar di Jepang 【Lulusan Universitas】
wawancara
Wawancara ke-6 dengan siswi Indonesia yang ingin Belajar ke Jepang【Lulusan Sekolah Menengah Atas (SMA) yang berencana Belajar di Jepang】

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Scroll to Top